Cemilan Paling Populer di Beijing

Cina terkenal dengan kulinernya yang telah melegenda sejak berabad-abad yang lalu. Berikut adalah enam makanan ringan paling populer di Beijing.


1. Yangtou Ma

Kepala kambing direbus dalam air, meninggalkan rasa asli dari daging kambing tersebut. Satu-satunya bumbu adalah garam yang ditaburi ke rebusan daging.

2. Baodu Feng

Ini mungkin bukan favorit ekspatriat , tapi ini adalah makanan yang populer bagi banyak orang Cina. Perut domba atau sapi yang biasanya digunakan untuk makanan ini. Irisan perut dengan rasa lembut tapi ringan dan biasanya disajikan dalam mangkuk dan diberi pasta wijen.

3. Chao Geda

Di tangan master bahkan makanan sederhana dapat menjadi istimewa. Itulah yang terlintas dalam pikiran warga Cina dengan gumpalan tepung ini yang kemudia direbus dalam air, lalu digoreng dengan potongan daging sapi dan kambing, ditambahkan irisan sayuran termasuk bawang putih, mentimun dan tauge.

4. Rebusan Yueshengzhai

Ini hidangan yang telah berusia lebih dari 200 tahun. Menggunakan daging kambing dan daging sapi pilihan dari Mongolia. Resep bumbu rahasianya terdiri dari beberapa herbal dan daging yang direbus 6-7 jam untuk memberikan rasa yang baik.

5. Niangao Qian

Tumbukan kacang merah adalah yang paling umum untuk jadi isian makan ini. Beras ketan, talas, tumbuka kacang, ketan jawawut dan tepung soba juga digunakan untuk membuat kue ini. Dua makanan ringan lainnya, ludagun dan aiwowo, juga terbuat dari bubuk ketan jawawut, kini makanan kecil Beijing ini jadi sangat terkenal.

6. Chatang Li

Makanan ini pada dasarnya terbuat dari tepung goreng yang dibuat menjadi teh atau sup, dengan menggunakan air panas. Tapi tepung goreng bisa diganti dengan bubuk kastanye atau bubuk akar teratai. Dan dengan bumbu yang berbeda, seperti osmanthus yang beraroma manis, gula putih atau gula merah, dimasukkan ke dalamnya untuk membuat semangkuk sup lezat. sumber

Labels: Kuliner

Thanks for reading Cemilan Paling Populer di Beijing. Please share...!

0 Comment for "Cemilan Paling Populer di Beijing"

Back To Top