Pesawat Paling Mahal di Indonesia



Pertama kali dalam sejarah, Indonesia kini memiliki sebuah pesawat khusus kepresidenan. Pesawat buatan Boeing seharga US$91,2 juta ini baru saja mendarat Kamis pagi (10/4) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Apa saja keistimewaannya?

Indonesia memutuskan membeli pesawat berjenis 737-800 Boeing Business Jet 2 (BBJ-2) sebagai pesawat kepresidenan. Pemerintah sudah melakukan pembayaran secara lunas terhadap Boeing Company pada Januari 2012.

Pesawat ini dibeli seharga US$91,2 juta atau sekitar Rp820 miliar, dengan rincian US$58,6 juta untuk badan pesawat, US$27 juta untuk interior kabin, US$4,5 juta untuk sistem keamanan, dan US$1,1 juta untuk biaya administrasi.

Pesawat berkelir biru - putih dengan aksen garis merah di bagian tengah badan ini memiliki dimensi ukuran panjang 39,5 meter, rentang sayap 35,8 meter, tinggi ekor 12,5 meter, dan diameter 3,73 meter. Sementara untuk interiornya, pesawat ini mempunyai panjang 29,97 meter, tinggi 2,16 meter, lebar 3,53 meter.



Menurut data dari Boeing, pesawat BBJ-2 ini dirancang untuk memuat empat VVIP class meeting room, dua VVIP class state room, 12 executive area, dan 44 staff area. Interior pesawat didesain untuk dapat mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Jumlah itu disebut cukup untuk sebuah rombongan presiden.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan peralatan navigasi canggih, komunikasi, cabin insulation, dan in-flight entertainment khusus.

Menggunakan sepasang mesin turbofan buatan General Electric berkode CFM56-7, pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian maksimal 41.000 feet (12.496,8 meter), daya jelajah 10 jam, kecepatan jelajah maksimum 0,785 mach (961,66 km/jam), kecepatan maksimum 0,85 mach (1.041,3 km/jam), dan jangkauan jelajah maksimum 10.334 kilometer.

Namun, jika pesawat terisi jumlah penumpang maksimal, maka jangkauan jelajahnya terpangkas menjadi 8.630 kilometer.

Dengan kemampuan tersebut, pesawat ini lebih dari cukup untuk menjangkau seluruh pelosok Tanah Air dan turut membantu tugas kenegaraan presiden di negara sahabat.

0 comments:

Post a Comment