Sepuluh Pemain Argentina Paling Jago Sepanjang Masa



Sepuluh Pemain Argentina Paling Jago Sepanjang Masa

Argentina tak salah jika disebut sebagai gudangnya pemain sepakbola hebat. Beberapa nama tenar lahir di negeri Amerika Latin itu.

Siapa tak kenal dengan Diego Maradona atau Lionel Messi yang saat ini begitu fenomenal. Namun, dua nama itu hanya secuil dari daftar nama pemain hebat asal Argentina.

Berikut 10 pemain asal Argentina yang disebut sangat fenomenal, seperti dilansir Sportsmole:

10. Ubaldo Fillol (1974-85, 58 caps)
Pemain satu ini merupakan salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah sepakbola Amerika Selatan. Label itu tak berlebihan jika melihat sepak terjang Ubaldo Fillol selama 11 tahun membela Tim Tango.

Pada Piala Dunia 1978, Fillol berhasil membawa Argentina meraih gelar juara. Tak hanya itu, dia terpilih sebagai kiper terbaik di turnamen itu. Di tahun 1977, Fillol mendapatkan gelar Pemain Terbaik Argentina. Dia menjadi kiper pertama yang meraih penghargaan itu.

9. Javier Zanetti (1994-2011, 145 caps, 5 gol)
Ketika orang bertanya soal loyalitas dan masa pengabdian yang lama, maka publik akan melirik Javier Zanetti. Pemain Inter Milan ini masih aktif bermain meski usianya menginjak 40 tahun.

Dia meraih sukses yang luar biasa bersama klubnya. Salah satunya adalah treble winners di tahun 2010. Sayang, di timnas Argentina Zanetti gagal berbuat banyak. Dia belum sekali pun mendapatkan gelar bersama Tim Tango. Namun, penghargaan individu tak pernah jauh dari pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini.

8. Mario Kempes (1973-82, 43 caps, 20 gol)
Mario Kempes selalu punya tempat di hati fans sepakbola Argentina. Hal yang paling diingat adalah aksinya di Piala Dunia 1978. Kempes menjadi salah satu pilar timnas Argentina yang ketika itu menjadi juara. Dalam turnamen itu, Kempes juga menjadi pencetak gol terbanyak dengan 6 gol. Termasuk dua gol di partai final saat menang 3-1 atas Belanda.

Kariernya di klub pun tak kalah menterengnya. Dia berhasil memenangkan Copa del Rey, Piala Winners dan Piala Super Eropa bersama Valencia. Di Mestalla, Kempes juga mendapatkan dua gelar El Pichichi, pencetak gol terbanyak di La Liga.

7. Omar Sivori (1956-57, 18 caps, 9 gol)
Meski karier internasionalnya bersama timnas Argentina tak berlangsung lama, Omar Sivori sudah cukup berkesan bagi publik Argentina. Dia menjadi salah satu pemain terbaik bangsa yang mampu mencuri perhatian bersama klubnya, Juventus.

Bersama La Vecchia Signora, Sivori memenangkan tiga gelar Serie A dan dua Coppa Italia. Dia menjadi pencetak gol terbanyak kelima bagi Juventus dengan 167 gol dari 253 pertandingan.

Pada tahun 1956 hingga 1957, Sivori masih membela timnas Argentina. Namun, pada tahun 1961 dia memutuskan untuk berganti timnas dan memilih Italia sebagai negara yang dibelanya.

6. Jose Manuel Moreno (1936-50, 34 caps, 19 gol)
Karier Jose Manuel Moreno bersama timnas Argentina sempat terganggu Perang Dunia II. Ketika itu, Tim Tango dipaksa absen di Piala Dunia 1950. Moreno pun gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Meski demikian, Argentina patut berbangga punya Moreno. IFFHS menempatkannya sebagai pemain terbaik ke-25 di abad ke-10 dan pemain terbaik Amerika Serikat untuk periode yang sama. Itu berkat kesuksesannya bersama River Plate.

5. Gabriel Batistuta (1991-2002, 78 caps, 56 gol)
Tak ada satu pun pemain yang mampu menyamai ketajaman Gabriel Batistuta di timnas Argentina. 56 gol yang dia cetak bersama timnas lebih banyak dari pemain manapun. Tercatat dia mencetak 0,7 gol per pertandingan.

Pada tahun 1998, Batistuta mampu terpilih sebagai Pemain Terbaik Argentina. Sayang, untuk urusan Pemain Terbaik Dunia 1999, Batistuta hanya mampu menjadi yang ketiga. Bahkan Diego Maradona menyebut Batistuta merupakan striker hebat yang pernah dia lihat.

4. Daniel Passarella (1974-86, 70 caps, 22 gol)
Pemain satu ini menjadi orang pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia untuk Argentina. Ya, Daniel Passarella menjadi kapten ketika timnas Argentina memenangi Piala Dunia 1978. Sayang pada tahun 1986, Passarella gagal tampil karena mengalami sakit.

Di level klub, Passarella punya catatan yang tak kalah menterengnya. Setelah sukses bersama River Plate, dia kemudian mencoba peruntungan di Fiorentina dan Inter Milan.

3. Alfredo di Stefano (1974, 6 caps, 6 gol)
Sebagai pemain timnas, karier Alfredo di Stefano memang tak semewah saat tampil di klub. Bersama Real Madrid, Di Stefano mampu menjadi legenda. Dia meraih lima gelar Liga Champions, delapan La Liga dan satu Copa Del Rey.

Sementara di timnas, Di Stefano hanya enam kali membela Tim Tango. Kemudian dia memilih hijrah ke Kolombia dan mengakhiri kariernya bersama timnas Spanyol.

2. Lionel Messi (2005 - sampai sekarang, 83 caps, 37 gol)
Meski baru berusia 26 tahun, Lionel Messi sudah menjadi legenda. Baik itu di timnas Argentina dan Barcelona, klubnya. Pemain ini sudah empat kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia. Dia juga mencetak rekor mencetak 91 gol dalam satu tahun. 37 gol yang dia lesakkan menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak kedua timnas Argentina.

Di Barcelona, Messi sudah kenyang dengan gelar. Namun, pemain jebolan La Masia itu belum sekali pun merasakan gelar bersama timnas senior Argentina.

1. Diego Maradona (1977-94, 91 caps, 31 gol)
Tak ada yang bisa memungkiri kalau Diego Maradona adalah pemain terbaik Argentina sepanjang masa. Dia bahkan disebut-sebut sebagai pemain terbaik di dunia sepanjang masa bersama Pele (Brasil).

Pada tahun 1986, puncak karier Maradona bersama timnas Argentina. Pemain bertubuh mungil ini membawa Tim Tango meraih Piala Dunia kedua mereka. Tak hanya itu, dia juga mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak kedua dan juga pemain yang paling banyak memberikan umpan.

Lemari pialanya tak hanya dihiasi trofi Piala Dunia, tapi juga dua gelar Serie A, Coppa Italia dan Piala UEFA. Sukses bersama Napoli, Maradona juga pernah mengecap kebahagiaan bersama Barcelona.

0 comments:

Post a Comment