Pulau Paling Bahaya di Dunia

Siapa sangka ada pulau cantik yang memancarkan pesona rahasia dan ciri khas masing-masing, ternyata sangat bahaya untuk didatangi. Asal tahu, banyak alasan dan aturan-aturan khusus sebelum mengintip pemandangan enam pulau berikut.



Pulau-pulau tersebut bukan hanya semata menjadi tujuan wisata. Ada juga yang masih didatangi manusia hanya untuk membuat nuklir yang bahannya diperoleh dari dasar lautan.

Tidak hanya itu saja sebagian pulau-pulau bahaya ini namanya sudah pamor di kalangan pelancong. Rata-rata hampir semua menyimpan risiko besar yang mengancam keselamatan diri.

Tentunya, wisatawan juga harus berlayar berhari-hari untuk mencapai pulau tersebut. Beberapa ada yang telah menyiapkan paket wisata, kapal pelayaran khusus wisatawan, dan masih banyak pendukung lain.

Tak hanya itu, pulau-pulau ini tidak lepas dari kisah prasejarah yang menjadikan namanya dikenal turis. Masih banyak kisah lain yang dapat Anda simak lebih lengkap.

Ada enam pulau paling bahaya dan terpencil dari hiruk pikuk manusia. Ini antara lain Pulau Tristan da Cunha, Pulau Arktik Svalbard, Pulau Rockall, Pulau Boreray, Pulau Bishop Rock, dan Pulau Sentinel Utara.


Pulau Sentinel Utara

Pulau Sentinel Utara adalah salah satu gugusan dari 572 pulau yang membentuk rantai Andaman di Samudera Hindia Teluk Benggala. Jaraknya sekira 643 km dari Myanmar.
Pulau tersebut dikelilingi oleh terumbu karang berbahaya. Tapi lebih berbahaya lagi, pulau ini jauh dari hiruk-pikuk manusia.

Berulang kali pulau tersebut tidak mau diajak damai dan menjadi pulau modern. Alhasil, sering terjadi peperangan kecil untuk merebut kekuasaan pulau.

Wisatawan dilarang keras mendatangi pulau ini kalau tidak ada pemandu yang andal. Beberapa nelayan yang mencari ikan sering hilang tanpa sebab tertelan lautan luas pulau bahaya ini.


Bishop Rock

Pulau ini dianggap menjadi pulau terkecil di dunia oleh Guinness World Record. Bishop Rock sudah ada sejak akhir zaman Inggris Isles of Scilly berkuasa, di mana saat itu terjadi perebutan wilayah dengan Atlantik.

Tahun 1847, para insinyur mulai membangun mercusuar besi. Sayangnya, tidak lama hanyut oleh badai besar.

Lalu dibuat lagi mercusuar serupa yang luar biasa indah pada 1858. Wisatawan dapat menyaksikan mercusuar tersebut sampai hari ini.

Untuk mencapai Bishop Rock, wisatawan harus berangkat dari titik barat daya di Inggris. Akomodasi kapal yang disediakan oleh Asosiasi Boatsmen di St Mary siap mengantar Anda sampai ke pulau tersebut. Pulau tersebut jaraknya sekitar 48 kilometer dari Inggris.


Rokcall

Berjarak 434 kilometer dari Irlandia, pulau terpencil nan berbahaya menjadi ujung dari sebuah gunung berapi punah mencapai 20 mdpl berjuluk Rokcall. Penasaran?
Tahun 1955, pulau ini disita oleh Kerajaan Inggris. Disebabkan ada dugaan kekhawatiran Soviet akan membangun sebuah rudal di kawasan pulau ini.

Menuju Rockall benar-benar sulit dan tidak murah. Tak hanya itu, wisatawan yang penasaran juga harus melihat kondisi cuaca saat berlayar ke pulau yang berciri khas pecahan batu besar di tengah laut.

Anda dapat berlayar dengan kapal Kilda Cruises sekaligus mengatur perjalanan. Sebaiknya, Anda pun memikirkan matang-matang untuk mencapai pulau ini terlebih dulu.


Bear Island

Pulau paling selatan di kepulauan Arktik Svalbard berpemandangan batu kars bernama Bjornoya atau populer dengan Bear Island. Pulau ini berjarak 643 kilometer dari lepas pantai Eropa.

Kondisi pulau sangat tandus, sehingga tidak ada satu penghuni yang menetap di sana. Sulit dipercaya kawasan ini memiliki curah hujan rendah. Selain juga terjadi risiko kebocoran bahan radioaktif dari kapal selam nuklir yang berada di dalam perairan.

Wisatawan yang ingin menengok keabadian pulau ini bisa berangkat dari jantung Kota Svalbard. Setiap hari ada penerbangan dari Oslo dan Tromso ke Ibu Kota Svalbard, Longyearbyen.

Pulau ini terbilang jarang ditinjau wisatawan. Hanya saja sering kali menjadi tempat berlayar kapal nuklir untuk mencari bahan radioaktif di dasar laut.


Tristan da Cunha

Tidak ada paket wisata untuk pelancong independen, akomodasi, tempat hiburan, restoran, bahkan bandara untuk mengantar wisatawan sampai ke pulau ini. Inilah kondisi Pulau Tristan da Cunha yang menjadi gugusan terdalam pulau di Atlantik Selatan.

Kisahnya tahun 1961 pernah terjadi letusan gunung vulkanik yang memakan korban jiwa. Sebagian korban selamat langsung dievakuasi ke Inggris. Pulau ini terletak sekitar 2.816 kilometer dari Afrika Selatan.

Walaupun menjadi pulau dengan panorama eksotis, tidak ada tawaran atraksi wisata bahari di sana. Wisatawan pun dilarang coba-coba berenang di laut.

Semua wisatawan harus melapor kepada dewan yang berwajib di pulau terpencil tersebut. Lalu meminta sertifikat keamanan dari kepolisian setempat.

Sebelum sampai, Anda dapat memulai perjalanan dari Afrika Selatan. Ada kapal pelayaran yang siap mengantar Anda dari Cape Town, Afrika Selatan, dan Namibia.

Anda harus berlayar mengarungi lautan sekitar lima sampai enam hari. Bujet perjalanan sekira USD800-USD1.500 atau setara Rp9,5 juta-Rp 17 juta PP.

Labels: Buruk, Cakrawala, Record

Thanks for reading Pulau Paling Bahaya di Dunia. Please share...!

0 Comment for "Pulau Paling Bahaya di Dunia"

Back To Top