CEO Perusahaan Paling Belia di Dunia



Remaja masa kini telah menggunakan bakat mereka sedini mungkin, tak heran jika kemudian lahir para CEO muda yang usianya bahkan masih di bawah 20 tahun. Berikut liputannya.

Sarkis Johnson, 14 tahun


Sejak kecil, Sarkis sudah sangat menyukai skateboarding. Dan pada usia 12 tahun, dia pun mulai memupuk mimpinya yang besar. Dengan dukungan dari orang tuanya, dia membuka Liquid Chicken, sebuah toko yang menjual skateboard deck, custom grip, pakaian dan jasa pelatihan untuk pemula. Saat ini, Sarkis masih membuka tokonya dari kamar tidurnya sendiri. Tetapi, dia berharap bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi salah satu pemilik toko skateboard terbesar di dunia.

Tyyan Williams, 13 tahun


Tyyan telah mengembangkan karir modeling-nya menjadi karir musik, dan sekarang telah menciptakan sebuah line fashion, PinkySez. Dia baru berusia 9 tahun, ketika dia memutuskan untuk mendalami fashion. Tyyan pun berusaha untuk menciptakan pakaian yang lebih ekspresif bagi anak perempuan seusianya.

Kini, Tyyan telah menjadi salah satu perancang busana termuda yang akan tampil dalam sebuah acara terkemuka dunia Fashion Week 2014. Pakaiannya, seperti juga musiknya bersama kelompoknya yang bernama PS Dolls, juga membawa pesan-pesan positif. Tyyan mendedikasikan dirinya untuk memberdayakan gadis-gadis muda.

Leanna Archer, 17 tahun


Di usia 17 tahun, Leanna Archer mendapat kehormatan sebagai orang termuda yang pernah membuka NASDAQ. CEO muda ini masih berusia 9 tahun, ketika dia memutuskan untuk menggunakan resep neneknya untuk menciptakan sebuah produk perawatan rambut. Dan pada usia 15 tahun, dia telah menghasilkan lebih dari USD 100 000 setiap tahun.

Leanna menjadi sebuah inspirasi bagi kaum muda di seluruh dunia, dan sering dipanggil untuk menjadi motivator dan pembicara di berbagai konferensi, serta di lokakarya 2009 NAACP Youth. Leanna juga dikenal sebagai seorang filantropis. Dia kini sedang mengumpulkan uang untuk membuka sebuah sekolah di Haiti.

Robert Nay, 17 tahun


Pernah dengan tentang Bubble Ball? Aplikasi game ini telah di-download lebih dari dua juta kali, dalam waktu dua minggu sejak aplikasi itu diluncurkan. Permainan ini berhasil menggeser Angry Birds dari posisi teratas di toko aplikasi gratis. Menariknya, permainan itu ternyata dikembangkan oleh seorang anak yang baru berusia 14 tahun. Saat itu, dia bahkan baru pertama kali mengembangkan aplikasi game.

Robert sekarang menjalankan sebuah perusahaan pengembangan bernama Nay Games. Sampai bulan Mei kemarin, Bubble Ball telah memiliki tambahan 15 level dan perusahaan Robert juga telah mengembangkan game edukasi, Sight Words and Spelling Practice, yang dirancang untuk membantu anak-anak belajar membaca dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif.

Thomas Suarez, 15 tahun


Di usia 12 tahun, Thomas Suarez sudah dikenal sebagai seorang pengembang aplikasi. Minatnya pada teknologi menuntunnya untuk mengajarkan dirinya dasar-dasar seperti Python dan Java. Dari sana, dia mulai menciptakan Earth Fortune, dan meyakinkan orang tuanya untuk memodalinya agar aplikasinya bisa masuk ke toko aplikasi.

Gairah Thomas pada dunia teknologi terus tumbuh, dan dia pun kemudian meluncurkan App Club di sekolah untuk mengajar siswa tentang trik perdagangan. Kini, dia telah mendirikan CarrotCorp, sebuah perusahaan pengembangan aplikasi yang saat ini sedang berusaha merevolusi seni cetak 3D.

0 comments:

Post a Comment