Tempat Paling Panas di Bumi




Death Valley yang terletak di California, AS, adalah tempat dengan suhu terpanas di dunia. Seorang fotografer memberanikan diri datang ke sana pada puncak musim panas. Dia pun mendeskripsikan betapa menyiksanya suhu ekstrem di sana.

Fotografer Associated Press (AP) Chris Carlson sudah tidak asing dengan suhu panas. Dia tumbuh besar di kawasan tropis Palm Springs, California, AS. Suatu hari di puncak musim panas, dia memberanikan diri berkendara menuju tempat terpanas di dunia.

Death Valley pernah mencatat rekor suhu terpanas di bumi. Satu hari, sekitar 1 abad lalu, suhunya pernah mencapai 56,6 derajat Celcius. Dilansir dari News Australia, Carlson pun mendeskripsikan betapa tersiksanya berada di tempat tersebut.

Pukul 09.00 waktu setempat, dua kantung es yang dimasukkannya dalam boks pendingin sudah mencair. Panas yang tak tertahankan membuat matanya sakit. Rasanya seperti ada orang yang menyalakan pengering rambut di mukanya.

Carlson tidak meninggalkan CD atau alat elektronik lain di dalam mobil, karena sudah pasti akan meleleh. Apalagi mobil yang disewanya berwarna hitam, menambah beberapa derajat panas di dalam mobil.

Carlson selalu membawa botol air ke mana pun kakinya melangkah. Tapi rupanya ada 1 hal yang dia lupa: sarung tangan. Padahal dia sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Tangannya selalu terbakar kalau menyetir di tengah gurun pasir. Begitu pun dengan Death Valley, yang menjadi bagian dari Gurun Mojave.

Panas siang itu, suatu hari di puncak musim panas, tercatat 52,7 derajat Celcius. Carlson ke luar mobilnya mengenakan sandal jepit, namun matahari seketika membakar kakinya. Carlson pun terpaksa mengenakan sepatu.

"Ponsel yang saya simpan di saku terasa sangat panas. Telinga rasanya seperti terbakar saat menerima telepon dari istri saya," kata Carlson.

Carlson mampir di Furnance Creek Golf Course, dulu ia pernah main golf di sana. Seorang penjaga toko bilang hanya 2 orang yang main golf, itu pun penjaga lapangan golf sendiri. Carlson tak berlama-lama di sana, kameranya sudah terlalu panas sehingga tak mau menyala.

Tapi rupanya di suhu ekstrem seperti ini, hotel-hotel di Death Valley penuh turis. Kebanyakan dari mereka asal Eropa, yang ingin mencicipi betapa panasnya tempat ini. Atau, para turis yang tak sengaja terjebak karena Death Valley terletak antara 2 tempat wisata kondang: Grand Canyon dan Yosemite National Park.

Tak sedikit turis yang berkeliaran hari itu, tentu saja tanpa keluar mobil. Mereka berkendara melintasi lanskap cokelat, membelah gurun pasir yang gersang. Beberapa dari mereka keluar mobil kalau parkir di tempat teduh, dan masuk lagi tak lama kemudian. Tak ada yang tahan berlama-lama di 'lembah kematian' ini.


0 comments:

Post a Comment