Lima Arsitek Paling Berpengaruh di Indonesia




Di Indonesia, profesi ini bukan lagi hal baru, bahkan sejak dahulu menjadi perbincangan, diskusi, dan kekaguman. Dalam buku ' Mengenal Tokoh Arsitek Indonesia' karya Irfan Arifuddin disebutkan beberapa tokoh arsitektur Indonesia yang dirangkum Okezone, Minggu (7/2/2016).

1. Frederich S.Silaban

Karya-karyanya banyak menghiasi ibukota, siapa yang tidak mengenal Monumen Nasional, Gelora Senayan, dan yang paling membanggakan adalah Masjid Istiqlal.

Dia menyelesaikan pendidikannya formal di H.I.S Norumonda, Tapanuli 1927, Koningen Wilhelmina School (K.W.S) di Jakarta pada 1931, dan Academic van Bouwkunst Amsterdam, Balnda pada 1950.

Dari karyanya, Frederich banyak memperoleh penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalag tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada 1962.

2. Y.B Mangunwijaya

Dalam arsitektur, beliau juga kerap dijuluki sebagai bapak arsitektur modern Indonesia. Salah satu penghargaan yang pernah diterimanya adalah penghargaan Aga Khan untuk arsitektur, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang untuk rancangan pemukiman di tepi kali Code Yogyakarta.

Dalam bidang arsitektur, Mangunwijaya memeiliki kecenderungan bermain dengan warna, ruang, dan suasana. Hal ini menjadikan karya-karyanya dipenuhi dengan ungkapan bentuk yang beraneka ragam sehingga tampil unik.

3. Achmad Noeman

Sosoknya dikenal sebagai maestro arsitektur masjid di Indonesia. Sudah banyak karyanya seperti Masjid Salman ITB, Masjid Amir Hamzah, Masjid at-Tin, Masjid Islamic Center, Masjid Soeharto di Bosnia, dan Masjid Syekh Yusug di Cape Town, Afrika Selatan.

Namun, dari sejumlah karyanya, masjid Salman di ITB merupakan karya yang melambungkan namanya karena masjid tersebut dirancang tanpa kubah. Dia merupakan salah satu pendiri IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia).

4. Soejodi Wirjoatmodjo

Namanya mungkin tidak terlalu dikenal sebagian orang, namun salah satu karyanya yang dikenal seluruh Indonesia adalah gedung MPR-DPR di Senayan.

Tahun-tahun hidupnya di Eropa mempengaruhi Soejoedi dalam mendesain bangunan. Salah satu yang menginspirasinya adalah arsitrk asal Swedia, Ralph Erskine.

Karyanya yang pertama adalah kafe restoran Braga Permai yang pernah dinamai Maison Bogerijen. Bentuk awalnya mirip vila Eropa yang ditandai dengan atap curam empat sisi yang disebut mansard.

5. Han Awal

Merupakan arsitek yang ikut berkontribusi dalam pembangunan Gedung Arsip Nasional (pemugaran). Dalam kariernya, Han dikenal sebagai arsitek pemugaran bangunan-bangunan tu, karya pemugaranya meliputi Gereja Katedral Jakarta, Gedung Arsip, Gedung Bank Indonesia Jakarta Kota, dan Gereja Immanuel.

Prestasinya dalam merancang bangunan membuahkan penghargaan Internasional Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage untuk Bangunan Museum Arsip Nasional.

0 comments:

Post a Comment