Keluarga Albino Paling Besar Sedunia



Albino merupakan penyakit keturunan yang membuat tubuh tidak bisa menghasilkan pigmen melanin. Karena kedua orang tua menderita albino, sebuah keluarga di India dinobatkan sebagai keluarga albino terbesar di dunia dengan total 10 anggota keluarga albinisme.

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

Roseturai Pullan (51 tahun) dan istrinya Mani (46 tahun) adalah penderita albino. Karena penyakit genetik ini adalah turunan, maka jadilah 6 anaknya juga menderita albino.

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

Selain Roseturai dan Mani, putra putrinya yang menderita albino adalah Vijay (26 tahun), Shankar (25 tahun), Renu (24 tahun), Deepa (22 tahun), Ramkishan (20 tahun) dan Pooja (19 tahun). (Foto: Tanzeel Ur Rehman)

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

Renu pun menikah dengan seorang pria yang juga memiliki albinisme, Rosheh (28 tahun) dan lahirlah putra mereka Dharamraj (3 tahun), yang juga mewarisi gen orang tuanya. Sehingga total ada 10 anggota keluarga yang menderita albino.

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

Keluarga ini tinggal di sebuah flat dengan satu kamar di Delhi, India. Dengan berkulit putih pucat dan rambut pirang, banyak orang menyangka keluarga ini berasal dari Inggris.

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

"Saya pernah mendengar orang menyebut kami 'angrez yang berarti Inggris," ujar Roseturai Pullan.

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

Rosetauri dan Mani menikah karena perjodohan pada tahun 1983. Namun sekarang Mani menggambarkan albinisme dalam keluarganya sebagai 'hadiah dari Tuhan'.

Keluarga Albino Paling Besar Sedunia

"Yang kami tahu adalah kami tidak dapat melihat dengan benar dan tidak bisa duduk di bawah sinar matahari untuk waktu lama, tetapi kami hidup dengan cara terbaik yang kami bisa," jelas Mani. (Foto: Shariq Allaqaband)


Albino merupakan penyakit turunan, yang berarti jika anak lahir dengan kondisi albino maka gen tersebut masing-masing didapatkan dari orang tuanya. Kebanyakan anak yang mengalami albino lahir dari orang tua yang memiliki produksi melanin normal serta tidak menunjukkan adanya tanda-tanda memiliki gen albino.

0 comments:

Post a Comment