4 Produk Ekspor Rusia yang Paling Tak Terduga



Banyak konsumen tidak tahu bahwa benda-benda yang mereka gunakan setiap hari, dari mobil Prancis hingga smartphone Amerika, mengandung sedikit unsur yang berasal dari Rusia. RBTH akan membahas empat benda ekspor Rusia yang paling tak terduga.

Titanium Rusia di Sayap Pesawat Boeing

Konsumen utama logam Rusia adalah dua perusahaan pesawat raksasa, Boeing dan Airbus. Untuk membuat pesawat, perusahaan ini membutuhkan titanium. Titanium adalah logam yang unik, kuat, dan ringan, namun pada saat yang sama memiliki titik leleh yang tinggi dan tahan terhadap korosi dan panas. Logam ini merupakan komponen penting untuk pesawat. Pintu dan tepian lubang palka pesawat terbuat dari titanium, begitu pula lantai bagian kargo dan bagian luar tubuh pesawat seperti bilah turbin, beberapa bagian sayap, serta komponen casis.

Rusia merupakan negara yang memiliki cadangan titanium terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Perusahaan titanium terbesar Rusia adalah VSMPO-AVISMA yang menjadi pemasok utama bagi para perusahaan pesawat asing raksasa. Airbus memenuhi 60 persen kebutuhan titaniumnya dari Rusia, sementara Boeing memasok sejumlah 40 persen dari kebutuhannya. Bombardier Aerospace milik Kanada juga memasok titanium dari VSMPO-AVISMA.

VSMPO-AVISMA menolak mengungkapkan keuntungan dan volume pasokan mereka saat ini. Namun, berdasarkan laporan keuangan perusahaan, setelah mereka menandatangani kontrak senilai empat miliar dolar AS dengan Airbus pada 2009, penjualan titanium perusahaan ini telah naik lebih dari dua kali lipat, yakni dari 21 milyar rubel (603 juta dolar AS) pada 2010 menjadi 42,7 milyar rubel (1,2 miliar dolar AS) pada 2013.

Sepotong Logam Rusia di iPhone Anda

Apple membeli logam mulia dan material tambang dari 11 perusahaan Rusia. Foto: Getty Images/Fotobank

Bagi para pengguna iPhone, Anda perlu tahu bahwa perangkat ini bisa menjadi begitu tipis dan padat berkat prestasi industri logam dan kimia Rusia. Rusia mengekspor unsur kimia tantalum yang memungkinkan produsen smartphone ini memproduksi baterai yang sangat kecil. Hal itu diungkapkan oleh Aleksandr Volzhinsky, Kepala Insinyur Proyek di perusahaan Informzashchita.

Berdasarkan laporan Apple yang disampaikan pada US Securities and Exchange Commission, perusahaan ini membeli logam mulia dan material tambang dari 11 perusahaan Rusia. Apple mendapat pasokan untuk lapisan emas dan port koneksi di tablet, smartphone, dan perangkat lain, dari delapan pabrik pengolahan emas Rusia, termasuk pabrik Moskow untuk pengolahan logam paduan khusus. Selain itu, perusahaan AS tersebut juga membeli wolfram (atau tungsten) dan timah dari perusahaan Rusia. Timah itu digunakan dalam pengelasan untuk menyatukan komponen-komponen kecil.

Menurut sumber RBTH, bukan hanya Apple yang memasok logam bukan besi dari Rusia. Emas, timah, dan tungsten dipasok ke Lear Corp milik AS yang memproduksi kursi dan komponen pesawat dan mobil, baterai, rangkaian listrik, dan lain-lain. Komponen-komponen yang sama digunakan oleh pemasok navigator GPD AS, Garmin Limited.

Mesin Penempa Mobil dari Rusia
Pabrik Renault di Moskow menghasilkan sekitar 180 ribu mobil per tahun. Foto: AP

Produk Rusia lain digunakan untuk mencetak kendaraan Prancis dan Jepang ke dalam bentuk yang akrab bagi kita semua. Pintu, atap, kap mesin, tutup bagasi, semua ditekan dari lembaran logam dengan menggunakan mesin penekan mekanik berat yang dibuat oleh satu-satunya perusahaan spesialis Rusia di sektor ini, Tyzhmekhpress (TMP). Mesin penekan ini digunakan di 54 negara di dunia, termasuk pabrik Renault dan Peugeot di Prancis, pabrik Toyota dan Mitsubishi di Jepang, Samsung di Korea Selatan, serta Tata Motors di India. “Pabrik penempa terbesar di Eropa, Forges de Courcelles Prancis yang melayani seluruh industri otomotif Eropa pun menggunakan mesin kami,” kata perwakilan TMP.

Secara keseluruhan, ada 20 jenis mesin penekan yang digunakan untuk membuat komponen tubuh kendaraan, sepuluh di antaranya dirancang oleh TMP. Menurut laporan perusahaan, laba kotor TMP pada 2013 mencapai 104,3 juta rubel (sekitar 2.9 juta dolar AS). Namun, perusahaan ini menolak untuk mengungkapkan volume pasokan ke luar negeri.

Cermin Teleskop dari Rusia
Memoles cermin Teleskop Besar Altazimuth di Lytkarino Optical Glass Factory. Foto: Ramil Sitdikov/RIA Novosti
Ketika mengagumi bintang-bintang melalui teleskop dari Royal Observatory di Greenwich, Anda perlu berterima kasih pada para pekerja terampil Rusia yang menciptakan cermin teleskop tersebut. Cermin utama berdiameter dua meter untuk tiga teleskop Inggris dibuat di pabrik kaca optik Lyktarino (LZOS). Begitu pula satu set cermin astronomi untuk Chinese Academy of Space Technology, yakni cermin utama dari teleskop berdiameter 1,23 meter; cermin teleskop di Max Planck Institute for Astronomy yang berbasis di Heidelberg, Jerman; cermin teleskop utama Teleskop Survei VLT (VST) di Naples Observatory, Italia yang berdiameter 2,6 meter; serta sebuah cermin berdiameter 2,3 meter untuk Observatory Nasional di Athena. Menurut sumber perusahaan, LZOS menyumbang hampir 30 persen dari total pasokan pasar dunia untuk optik berukuran besar.

Sumber RBTH menjelaskan bahwa untuk memproduksi barang-barang kaca berukuran besar, mereka menggunakan material bernama sitall yang transparan, kuat, sangat ringan—lebih ringan dari aluminium, sekaligus memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah. Hal ini mempercepat produksi cermin secara signifikan.

Hanya ada dua perusahaan di dunia yang memiliki teknologi untuk memproduksi sitall, salah satunya LZOS. Selain lensa teleskop, LZOS juga memproduksi peralatan militer, termasuk perangkat pengintai siang dan malam untuk kendaraan lapis baja yang diminati oleh importir produk Rusia.

0 comments:

Post a Comment