Gedung Paling Hemat Listrik Sedunia



Krisis pasokan listrik adalah segala macam gangguan yang terjadi dalam proses penyediaan maupun konsumsi listrik bagi publik.

Gangguan dapat berupa kesenjangan antara supply (pasokan) dan demand (permintaan) maupun gangguan teknis yang disebabkan oleh rendahnya kualitas pembangkit dan jaringan listrik.

Konsumsi listrik rumah tangga akan terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi semakin tinggi daya beli dan konsumsi publik, maka makin tinggi pula tingkat penggunaan listriknya. Hingga saat ini, tercatat baru 70% rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses listrik. Sisanya merupakan pengguna listrik potensial di masa yang akan datang.Nah itu baru di Indonesia gan ,..bagaimana di Dunia.

Salah satu cara atau langkah yg baik adalah membangun Rumah atau Gedung yg Hemat akan Listrik, nah di Thread ini ane mau share sebuah gedung yg Menjadi Gedung yg paling Hemat Listrik Sedunia

Gedung Apakah itu ?


Ini adalah Universitas Tokyo yg mempunyai lima kampus di Hongo, Komaba, Kashiwa, Shirokane dan Nakano dan 10 fakultas dengan total sekitar 28.000 mahasiswa, 2.100 di antaranya pelajar asing (jumlah yang besar untuk ukuran Jepang).

Maps:


Universitas Tokyo didirikan oleh pemerintah Era Meiji pada 1877 dengan menggunakan namanya seperti sekarang setelah penggabungan perguruan-perguruan tinggi negeri dalam bidang kedokteran dan pembelajaran Barat. Ia kemudian dinamakan ulang menjadi Universitas Kekaisaran (帝國大學 Teikoku Daigaku) pada 1886 dan kemudian "Universitas Kekaisaran Tokyo" (東京帝國大學 Tōkyō Teikoku Daigaku) pada 1887, ketika sistem universitas kekaisaran diciptakan. Pada 1947, setelah kekalahan Jepang pada Perang Dunia II, ia kembali bernama Universitas Tokyo.

Untuk membuat sebuah gedung bisa memanfaatkan tenaga surya semaksimal mungkin maka satu-satunya cara adalah memasang panel surya sebanyak-banyaknya. Bila biasanya panel surya yang banyak dipasang di atap yang luas bahkan kadang perlu lahan tersendiri untuk bisa menghasilkan energi listrik yang banyak maka di gedung baru yang ada di Tokyo Institute of Technology memanfaatkan seluruh bangunan luar gedung.

Untuk memasang sekitar 4.500 panel surya, gedung berlantai 7 ini tidak hanya memanfaatkan lahan yang ada di atap gedung melainkan juga di seluruh bagian dinding luar gedung sehingga kalau anda lihat, gedung ini hampir seluruh bagiannya tertutup oleh panel surya.

Tidak heran juga karena ada 4.500 panel surya maka energi listrik yang dihasilkan bisa mencapai 650 kilowatts dan ditambah lagi ada 100 kilowatts yang didapat dari teknologi Fuel Cells.

Hasilnya sendiri, gedung ini hanya butuh sekitar 50% energi listrik dari PLN disana dibandingkan dengan

Experimentnya:


Bagannya:


Bangunan Solarnya:


Bagan:

0 comments:

Post a Comment