5 Kasus Kartun Nabi Paling Menghebohkan



1. Koran Denmark Jylland posten terbitkan kartun nabi



Surat kabar dari Denmark ini pertama kali memperlihatkan Muhammad SAW dalam wujud kartun 12 edisi dan mengundang reaksi keras umat Islam sejagat. Kartun kontroversial ini dimuat di harian itu pada 2005.

Umat Islam menilai Jyllands Posten tidak mampu menggunakan hak mengeluarkan pendapat dengan baik. Pemuatan kartun ini membuat beberapa duta besar negara mayoritas muslim menyuruh duta besarnya untuk pulang, termasuk Libya, Arab Saudi, dan Suriah.

Jyllan Posten harus membayar mahal atas kartu menghina Nabi Muhammad SAW itu. Satu dari tiga kartunis tetap koran itu terbunuh.

2. Majalah satir Prancis Charlie Hebdo diserang karena terbitkan kartun nabi



Majalah satir Prancis, Charlie Hebdo, pada 2012 lalu kembali menerbitkan kartun Nabi Muhammad.

Pemimpin redaksi sekaligus kartunis majalah itu - biasa memakai nama Charb - menegaskan serangkaian gambar kartun Nabi itu bakal mengejutkan mereka yang ingin dikagetkan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (19/9/2012). Kartun-kartun Nabi Muhammad ini akan muncul di halaman dalam mingguan yang terbit saban Rabu ini. Majalah ini pernah menerbitkan kartun serupa pada Februari 2006. Akibat tindakan itu, serangan bom molotov menghantam kantor mereka.

Rencana itu langsung mengundang reaksi dari sejumlah tokoh politik dan agama. Mereka meminta pihak-pihak Charlie Hebdo tidak makin memanaskan situasi. Prancis adalah negara berpenduduk muslim terbanyak di Eropa, yakni empat juta orang.

Puncaknya pada awal Januari lalu kantor Charlie Hebdo kembali diserang dua pria bersenjata. Mereka menembaki sejumlah kartunis dan redaktur majalah itu hingga 12 orang tewas. Kejadian ini langsung menjadi sorotan dunia. Sejumlah pemimpin dunia bahkan sempat ikut berunjuk rasa memprotes kekejaman itu.

3. Pakai kaos kartun nabi, menteri Italia mundur



Pada 2006 Menteri Pembaruan Italia Roberto Calderoli, yang mengenakan kaos oblong bergambar kartun Nabi Muhammad, mengundurkan diri dari jabatannya.

Menteri itu mengenakan kaos oblong bergambar karikatur nabi saat muncul di televisi nasional. Kejadian itu memicu unjuk rasa berdarah di Libya.

"Saya mundur," kata Calderoli seperti dikutip kantor berita Italia ANSA.

Dalam pernyataannya, Calderoli mengatakan ia mundur untuk mengakhiri "serangan memalukan" terhadap dia dan partainya, Liga Utara.

Calderoli diminta mundur oleh Perdana Menteri Silvio Berlusconi sesudah terjadi unjuk rasa benci pada Italia, yang berubah menjadi kekerasan, di kota Benghazi, Libya, yang menewaskan 11 orang.

Sebelumnya, ia dikabarkan akan memperhatikan seruan mundur bagi dirinya setelah ulahnya memicu kecaman di Libya menyusul imbauannya kepada warga untuk memakai kaos oblong anti-Islam.

Namun, ia diperkirakan tidak segera meninggalkan jabatannya dan mengatakan kepada wartawan, ia baru akan mundur jika diminta ketua partai Liga Utara-nya, Umberto Bossi.

Perdana Menteri Berlusconi meminta Calderoli segera undur diri namun dia mengatakan yang dapat memaksa Calderoli mundur adalah ketua partai politik tersebut.

"Roberto Calderoli harus `lengser`. Saya telah berbicara dengan Uberto Bossi dan beliau juga mengecam dia (Calderoli)," kata Berlusconi kepada wartawan ketika muncul berita memuat pengunjukrasa meninggal di luar gedung konsulat Italia di Benghazi.

Sedikitnya 11 orang tewas dalam bentrokan pengunjukrasa dengan polisi itu.

Calderoli mengatakan tidak merasa "bertanggung-jawab" atas kerusuhan dalam unjukrasa di Libya itu.

"Saya mengucapkan rasa dukacita kepada korban, tapi yang terjadi di Libya tidak ada kaitannya dengan kaos oblong saya. Persoalannya berbeda. Yang dipertaruhkan di Barat adalah peradaban Barat," kata dia seperti dikutip harian Italia "Repubblica".

4. Kartun Nabi telanjang di Facebook gegerkan Tunisia



Dua remaja Tunisia dituntut ancaman maksimal tujuh tahun penjara karena dakwaan melakukan penistaan agama. Jaksa penuntut di pengadilan Kota Mahdia menyatakan kedua pemuda itu terbukti menyebar kartun Nabi Muhammad telanjang di jejaring sosial Facebook.

Kantor berita Agence-France Press melaporkan, Kamis (12/4/2012), tindakan dua pemuda itu pertama kali dilaporkan seorang pengacara awal bulan lalu. Sejak 28 Maret hingga sekarang, sidang kasus ini mulai berjalan.

Dua pemuda itu bernama Jabeur Mejri dan Ghazi Beji, baru saja lulus dari bangku sekolah menengah. Tidak jelas dari mana mereka mendapatkan gambar yang dituding melecehkan sosok panutan umat muslim itu. Kini keduanya berada dalam tahanan Kepolisian Kota Mahdia.

Kementerian Hukum Tunisia dalam pernyataan pers menyebut tindakan dua anak muda itu melanggar moral dan mengganggu ketertiban umum.

Beberapa tokoh Islam moderat di Tunisia menyebut tuntutan itu terlalu berat. Seorang pegiat bernama Bochra Bel Haj Hmida menuding pemerintah dan penegak hukum bertindak berlebihan menghadapi kenakalan remaja. "Mereka cuma dua pemuda yang mengira bisa menyatakan apapun yang mereka mau," ujar Hmida.

Selepas diktator Zainal Abidin bin Ali lengser karena revolusi sipil, Tunisia kini dipimpin pemerintahan muslim moderat. Hanya saja, isu agama sejak setahun terakhir kerap muncul dan menjadi perdebatan publik, termasuk tindakan dua pemuda ini.

5. Pajang kartun Nabi Muhammad, polisi tangkap redaktur koran India



Polisi India hari ini mengatakan mereka telah menangkap redaktur koran berbahasa Urdu di Kota Mumbai karena mencetak kartun Nabi Muhammad dari tabloid satir Prancis Charlie Hebdo.

Polisi menangkap redaktur perempuan edisi Mumbai bernama Shirin Dalvi dari koran Avadhnama di Kota Mumbra, Distrik Thane, seperti dilansir situs Asia One, Kamis (29/1).

Redaktur itu ditangkap dan dijerat dengan pasal perbuatan melukai perasaan keagamaan.

"Dia ditangkap dan sudah diajukan ke pengadilan lalu dibebaskan dengan jaminan. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata S.M Mundhe, inspektur polisi di Mumbra kepada kantor berita AFP.

Koran the India Express melaporkan, sejumlah pembaca mendatangi kantor polisi di Mumbai dan Thane setelah membaca koran Avadhnama yang mencetak sampul depan tabloid Charlie Hebdo.

0 comments:

Post a Comment