Senin dan Jumat adalah Hari Paling Populer





Hari libur di akhir pekan tentu menjadi primadona setiap orang. Tak heran jika hari itu ditunggu dan diingat siapapun. Misalnya saja hari Jumat.

Tidak hanya akhir pekan, hari di awal pekan pun akan sama populernya. Sebab, hari itu seolah meruntuhkan kebahagiaan Anda. Hari itu adalah Senin.

Dengan dua hari itu yang menjadi sorotan, hari-hari lainnya cenderung terabaikan. Selasa selalu disebut Senin atau Rabu. Begitu juga dengan Rabu yang kerap disebut Selasa atau Kamis.

Dilansir dari cnnindonesia, seorang psikolog dari Universitas Lincoln, York, dan Hertfordshire pun mengadakan penelitian terkait hal ini. Peneliti menguji bagaimana representasi mental dari hari dalam seminggu dibangun dan apa yang menyebabkan kebingungan tentang penyebutan dan mengingat kembali hari selain Senin dan Jumat.

Peneliti meminta peserta untuk membuat daftar kata-kata yang memiliki hubungan paling kuat dengan hari tertentu dalam seminggu. Para peneliti menemukan bahwa kata-kata yang memiliki hubungan dengan hari Senin dan Jumat biasanya merupakan kata-kata yang bertentangan dengan hari lainnya.

Para responden ternyata memberikan identitas yang sangat kuat pada awal dan akhir minggu itu, Senin dan Jumat. Senin diberi label kata-kata negatif, seperti membosankan, sibuk, dan lelah.

Sebaliknya, Jumat justru dilabeli dengan kata-kata positif seperti berpesta dan kebebasan. Sementara untuk Selasa, Rabu, dan Kamis kurang dimaknai sehingga cenderung dilupakan dan susah bagi orang untuk mengingatnya. Tak heran jika ada yang selalu bertanya di pertengahan minggu, "Ini hari apa ya?"

Alasan lain mengapa Anda tidak mengingat hari Selasa, Rabu, atau Kamis sebaik mengingat Senin dan Jumat, karena Anda jarang melafalkan mereka dalam aktivitas sehari-hari. Anda tidak pernah meneriakkan ketiga hari itu dengan semangat yang sama ketika meneriakkan hari Jumat, misalnya.

"Hore, sudah hari Selasa." Sangat jarang sekali orang yang mengucapkan hal ini, bukan? Tidak sesering orang mengucapkan "Thank God It's Friday (TGIF)."

Sebanyak 40 persen responden tidak mengingat hari yang sedang mereka jalani kala itu. Beberapa orang menganggap, hari itu merupakan hari kemarin atau bahkan hari esok.

Misalnya saja seperti hari Rabu, selalu dianggap sebagai hari Selasa atau hari Kamis. Tidak ada orang yang betul-betul mengingatnya. Biasanya kesalahan ini terjadi ketika pertengahan minggu.

Jumlah kesalahan pun semakin meningkat selama seminggu liburan. Reponsen yang tidak bisa mengingat hari lebih banyak lagi. Mereka tidak tepat menyebutkan hari. Misalnya hari Kamis akan dianggap sebagai hari Rabu.

Peserta juga diminta untuk menjawab pertanyaan dengan segera dan benar. Senin dan Jumat pun selalu disebut lebih cepat ketika responden harus menjawab hari Rabu.

"Siklus mingguan tujuh hari diulang sejak kita lahir, dan kami percaya setiap hari, dalam seminggu punya karakter sendiri," kata pemimpin peneliti Dr David Ellis, dari University of Lincoln School of Psychology, dikutip dari Medical Daily.

Menurut Ellis, "siklus dapat membentuk kognisi" bahkan jika hanya berupa konstruksi sosial. Hari kerja bukanlah ditentukan oleh awal maupun akhir minggu. Buktinya siapa saja boleh mengambil cuti di tengah hari yang biasanya digunakan untuk bekerja. via aceh.tribunnews

0 comments:

Post a Comment