Negara Dengan Jumlah Budak Paling Banyak



Daftar yang akan disajikan berikut ini, didasarkan pada fakta dan angka yang didapatkan dari Global Slavery Index oleh Walk Free.

Menurut Global Slavery Index, ada sekitar 30 juta orang yang menjadi korban perbudakan modern, dan banyak di antaranya yang masih anak-anak. Di negara-negara ini perbudakan menjadi hal yang sangat umum.


Perbudakan anak di Benin.

Di antara banyak negara lain, India memiliki jumlah budak hingga mencapai 14 juta orang. Dan berikut ulasan lengkapnya mengenai sepuluh negara dengan budak terbanyak.

10. Gabon
Sebagai negara tujuan dan transit, Gabon merupakan korban dari perbudakan modern. Orang dari segala usia dipaksa ke dalam berbagai bentuk perbudakan modern. Gadis-gadis dan anak laki-laki, sebagian besar diperdagangkan menjadi pembantu rumah tangga dan pekerjaan manual lainnya. Kawin paksa, pernikahan anak dan kerja paksa merupakan hal yang umum di sana, bahkan beberapa anak perempuan dipaksa untuk bekerja di restoran atau kios-kios di pasar.

9. Gambia
Di negara ini orang-orang dijadikan pengemis, pembantu rumah tangga dan kegiatan prostitusi, termasuk perdagangan anak. Perempuan, anak perempuan dan anak laki-laki diperdagangkan di sini. Menurut laporan, hampir 60 ribu anak di negara ini rentan terhadap perbudakan modern, termasuk anak yatim dan anak jalanan.

8. Pantai Gading
Wanita dan anak-anak dijadikan budak dan dipaksa untuk bekerja. Sebagian besar anak-anak dipaksa untuk bekerja di pertambangan, perikanan, pertanian, konstruksi, pekerjaan rumah tangga dan sebagai pedagang kaki lima.

7. Benin
Benin merupakan salah satu negara di Afrika Barat, di sini perempuan dan anak-anak diperjualbelikan untuk melakukan pekerjaan rumah tangga atau kerja paksa, yang merupakan korban utama dari perbudakan modern. Negara ini memiliki sekitar 80 ribu budak. International Organisation for Migration mengatakan, lebih dari 40 ribu anak-anak menjadi korban perdagangan. Banyak anak yang bekerja di perkebunan kapas atau mete, atau sebagai pembantu rumah.

6. Moldova 
Dengan perkiraan sebanyak 33 ribu budak, Moldova menjadi negara sumber utama untuk perbudakan modern. Emigran Moldova diperbudak di negara-negara lain di dekatnya, seperti Ukraina, Rusia, Amerika Serikat, Jerman, Belarus dan di tempat lain. Orang Moldova diperjualbelikan untuk tujuan penghapusan organ.

5. Nepal
Di Nepal, praktik perbudakan modern ditandai dengan kerja paksa dan perdagangan manusia. Diperkirakan 259 ribu orang Nepal menjadi budak, baik di dalam maupun luar negeri. Kondisi ekonomi di sana lumpuh, korupsi endemis dan diskriminasi etnis telah melembaga dan berkembang sejak akhir dekade, dan perang sipil di Nepal di tahun 2006.

4. India
India merupakan negara dengan jumlah budak tertinggi di dunia, meskipun dalam dafatr ini Nepal menduduki peringkat ke-4, hampir semua bentuk perbudakan ada di sana. Mulai dari ijon antar-generasi, perdagangan manusia, kawin paksa dan pekerja anak. Dengan perkiraan 14 juta budak, India adalah rumah bagi hampir 1/2 dari populasi budak dunia.

3. Pakistan
Di negeri ini, perbudakan modern ditandai dengan pekerja paksa. Menurut Asian Development Bank, hampir 1,8 juta orang tenaga kerja terikat di Pakistan. Banyak orang Pakistan bermigrasi ke negara-negara Teluk, Iran, Turki, Afrika Selatan, dan di tempat lain untuk mencari pekerjaan, di mana mereka menjadi mangsa agen tenaga kerja yang tidak bermoral, yang menahan paspor dan tidak membayar upah.

2. Haiti
Perbudakan anak merupakan masalah yang tersebar di negara Haiti. Negara ini menempati peringkat kedua dengan budak terbanyak, dengan jumlah sekitar 209 ribu budak, negara ini didorong oleh kemiskinan yang tinggi, kurangnya akses terhadap pelayanan sosial dan sistem pekerja anak yang dikenal sebagai "restavek", di mana anak-anak miskin dari daerah pedesaan dikirim untuk bekerja di kota.

1. Mauritania
Mauritania merupakan salah satu negara di Afrika Barat, yang menduduki peringkat tertinggi pada prevalensi perbudakan modern. Lebih dari 20 persen dari penduduk negara itu dijadikan sebagai budak. Budak-perbudakan (status budak turun-temurun) adalah yang paling umum di Mauritania.

0 comments:

Post a Comment